[Klinik Terjemahan 2015] Naskah 09

Halo, teman-teman peserta klinik. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menerjemahkan teks di atas. Kebetulan teks ini berkesan buat saya, karena diambil dari buku pertama yang saya garap begitu diterima sebagai penerjemah lepas di salah satu penerbit.

Teks ini bertutur tentang seorang anak laki-laki (“aku”) yang harus pindah sekolah saat SMA tinggal setahun lagi, meninggalkan kehidupan lamanya yang sudah mapan akibat suatu peristiwa. Anak itu masuk sekolah berasrama Rothborne dan berusaha beradaptasi, termasuk dengan teman sekamarnya, Cartright. Berikut teks lengkapnya.

TEKS ASLI

I had hoped that a new start away from Steepleton would make my junior year seem like a hundred years ago, rather than just one.

Granted, senior year is not a great year to be switching schools, especially if you played football, baseball, had a decent blues band going in your basement, and had known the same kids since forever. I kept telling myself at first, Hey, going to boarding school will be like leaving for college a year earlyIt’s cool. But that’s a hard argument to hold on to when you’re looking at people whose average age is fifteen, and when we’re still living under a 10:00 P.M. weekend curfew in the dorm. At first it was a weird change. But staying in Steepleton after all that had happened would have been weirder.

Mostly Rothborne has been good. It wasn’t more than a couple months before I could actually concentrate in class and get decent grades again. I could spot guys from the dorm as I walked into the dining hall, and I could pull up a seat next to them and goof around. I asked a girl to the movies once, and she said yes. Nobody stares at me here. Nobody is suspicious of me. That part is gone.

I’m not saying that life has been perfect. There’s the roommate thing. Cartright is pretty cool—he’s a crew maniac who also loves prank, embellishing his own girl stories, and shooting the bull late at night with me. But he’s got his own set of ideas—like when to finally nod off and put out the light. And if you have nightmares, flashbacks, and other sleep screwups, it’s not easy lying awake in the dark.

MASUKAN

Ada beberapa masukan dari saya sebagai pengampu untuk teks ini.

  • Pahami konteks cerita. Sebelum mulai menerjemahkan, selalu baca teksnya, baca cepat (skimming) tidak masalah, yang penting kita bisa menangkap konteks cerita secara keseluruan.
  • Penggunaan EYD. Ini hal paling mendasar dalam penerjemahan. Sudah tidak boleh lagi ada “disana”, “dikelas”, “keasrama”. Silakan cek rujukan EYD.
  • Pemilihan kata ganti orang. Novel dengan bentuk POV orang pertama cenderung memakai “aku”, karena menunjukkan kedekatan si tokoh dengan pembaca. “Saya” menimbulkan kesan berjarak.
  • Penulisan angka. Untuk angka seperti sepuluh atau seratus, sebaiknya ditulis lengkap dengan huruf. Jika angkanya lebih dari tiga kata, ditulis dengan angka. Mis. 23 bukan dua puluh tiga.
  • Penulisan waktu. Dalam teks ini ada 10.00 PM. Untuk menerjemahkannya, kita punya pilihan antara pukul 22.00 atau pukul sepuluh malam bukan pukul 10.00 malam.
  • Baca ulang. Biasakan baca dulu hasil terjemahan sebelum diserahkan ke penerbit atau ke klien mana pun, karena kesalahan akan lebih mudah ditemukan jika pekerjaan dibaca ulang. Sebisa mungkin hindari typo (salah ketik).

Bersama teman-teman pengampu lainnya, kami sepakat menyunting terjemahan peserta dengan menggunakan “track changes”, agar peserta bisa melihat koreksinya secara keseluruhan. Hasilnya bisa dilihat di sini:

Peserta1-ANIEK
Penerjemah1-ANIEK
Peserta2-IFAH
Penerjemah2-IFAH
Peserta3-ROFI
Penerjemah3-ROFI

Beberapa kalimat yang saya sorot untuk ketiga penerjemah:

(1)

I had hoped that a new start away from Steepleton would make my junior year seem like a hundred years ago, rather than just one.

Terjemahan:

  1. Aku berharap bahwa sebuah awalan yang baru, jauh dari Steepleton akan membuat masa SMP-ku terasa seperti seratus tahun yang lalu.
  2. Saya berharap dengan memulai hidup baru jauh dari Steepleton akan membuat tahun pertama saya seperti telah seratus tahun, tidak seperti baru satu tahun.
  3. Aku berharap ada nuansa baru yang muncul di Seepleton saat tahun pertama tinggal disana aku merasa seperti 100 tahun daripada setahun.

Suntingan:

  • Tadinya aku berharap dengan memulai hidup baru jauh dari Steepleton, kelas 11 akan terasa seperti seratus tahun yang lalu, dan bukannya baru satu tahun.

Keterangan: Dalam sistem pendidikan AS, “junior year” bisa disamakan dengan kelas 11 SMA, sedangkan senior year kelas 12.

(2)

Granted, senior year is not a great year to be switching schools, especially if you played football, baseball, had a decent blues band going in your basement, and had known the same kids since forever.

Terjemahan:

  1. Percayalah, masa SMU bukanlah waktu yang tepat untuk pindah sekolah, terutama jika kau suka bermain sepakbola, baseball, memiliki band blues yang cukup baik di ruang-bawah-tanahmu dan mengenal teman-teman sebaya sejak lama.
  2. Memang, setelah sekian lama bersekolah di tempat itu, bukanlah waktu yang tepat untuk pindah sekolah ke tempat lain. Apalagi di sekolah lama sudah terbiasa bermain sepak bola, bisbol, mempunyai grup band blues yang cukup bagus, dan sudah dikenal sejak lama oleh teman-teman di sana.
  3. Harapan ku terkabul, saat tahun berikutnya bukanlah tahun yang bagus untuk meramaikan sekolah, apalagi menjadi pemain sepak bola, basebal dan pemain band ternama di kelompokmu. Terkenal seperti anak-anak saja.

Suntingan:

  • Memang, tahun terakhir SMA bukan waktu yang tepat untuk pindah sekolah, apalagi kalau kita pemain sepak bola, bisbol, dan punya band blues lumayan yang berlatih di ruang bawah tanah kita, dan mengenal teman-teman yang sama sejak lama.

Keterangan: (a) “granted” = used to concede a point, often before stating some contrasting information (https://en.wiktionary.org/wiki/granted); (b) “you” tidak selalu harus diterjemahkan sebagai “kau” atau “kamu”. Jika konteksnya bersifat umum, “you” terkadang bisa diterjemahkan menjadi “kita”. Contoh penerjemahan “you” bisa dilihat di sini.

(3)

I kept telling myself at first, Hey, going to boarding school will be like leaving for college a year early. It’s cool.

Terjemahan:

  1. Pertama-tama, aku memperkenalkan diriku. Hei, bersekolah di sekolah berasrama seperti mengambil kuliah setahun lebih cepat. Ini asyik.
  2. Pada awalnya, aku berkata kepada diriku sendiri, Hei pergi ke sekolah asrama sama halnya dengan meninggalkan kuliah setahun lebih cepat. Itu hebat.
  3. Awalnya Aku terus mengatakan pada diriku sendir, hei tinggal di asrama sekolah itu keren lho, ini akan menjadi seperti berangkat lebih awal ke sekolah.

Suntingan:

  • Awalnya aku memutuskan, Hei, masuk sekolah asrama itu rasanya seperti berkuliah setahun lebih awal. Keren.

Keterangan: (a) “keep telling myself” sebenarnya tidak salah diterjemahkan “mengatakan kepada diriku sendiri”, tapi saya menawarkan suntingan di atas agar terjemahannya terbaca lebih luwes, karena intinya si tokoh berusaha berpikir seperti itu; (b) “leave for college” artinya pergi berkuliah (http://idioms.thefreedictionary.com/leave+for+some+place).

(4)

Mostly Rothborne has been good.

Terjemahan:

  1. Sebagian besar Rathbone, baik.
  2. Sekian lama tinggal di Rothborne makin lama makin baik.
  3. Hampir semua siswa Rotherbone orang baik.

Suntingan:

  • Secara umum Rothborne menyenangkan.

Keterangan: “mostly” =  for the greatest part; mainly (http://www.thefreedictionary.com/mostly). Jadi bisa disimpulkan secara umum Rothborne cukup asyik atau menyenangkan.

(5)

It wasn’t more than a couple months before I could actually concentrate in class and get decent grades again.

Terjemahan:

  1. Aku hanya butuh waktu kurang dari dua bulan untuk bisa benar-benar konsentrasi pada pelajaran di kelas dan mendapatkan peringkat yang baik.
  2. Hal itu saya rasakan tidak lebih dari beberapa bulan sebelum saya benar-benar bisa berkonsentrasi di kelas dan mendapatkan nilai yang bagus.
  3. Hal itu tidak lebih dari beberapa bulan sebelum aku benar-benar belajar dikelas dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan lagi.

Suntingan:

  • Tak sampai dua bulan aku sudah bisa benar-benar berkonsentrasi di kelas dan mendapatkan nilai yang memuaskan lagi.

Keterangan: (a) Peserta bisa menangkap maknanya, tapi kalimatnya perlu disederhanakan; (b) “decent” = fairly good; acceptable; satisfactory (http://www.thefreedictionary.com/decent).

(6)

Cartright is pretty cool—he’s a crew maniac who also loves prank, embellishing his own girl stories, and shooting the bull late at night with me.

Terjemahan:

  1. Cartright cukup manis – dia adalah seorang maniak yang juga suka lelucon, menambah-nambah cerita pacarnya sendiri dan menembak banteng saat larut malam bersamaku.
  2. Dia bernama Cartright yang lumaya keren. Dia seorang maniak regu yang juga mencintai humor, suka menambah-nambah cerita tentang gadisnya, dan suka mengobrol sampai larut malam dengan saya.
  3. Kawan sekamarku Cartright , dia sangat keren, dia anggota tim dayung yang suka bersenda gurau, bahkan dia juga sering membual pada pacar sendiri, aku dan dia sering mengobrol hingga larut malam.

Suntingan:

  • Cartright cukup keren, dia anggota tim dayung yang juga suka lelucon, membumbui ceritanya tentang gadis-gadis, dan mengobrol hingga larut malam denganku.

Keterangan: (a) Cool mungkin lebih tepat diterjemahkan keren atau asyik, ketimbang manis; (b) “crew” = a team of rowers, as of a racing shell (http://www.thefreedictionary.com/crew); (c) “shooting the bull” = to chat and gossip (http://idioms.thefreedictionary.com/shoot+the+bull).

(7)

But he’s got his own set of ideas—like when to finally nod off and put out the light.

Terjemahan:

  1. Namun ia mempunyai pemikiran-pemikiran sendiri — seperti ketika ia mengantuk lalu mematikan lampu kamar kami.
  2. Namun, dia punya banyak ide—seperti ketika akhirnya mengantuk dan memadamkan lampu.
  3. Dia sendiri yang sering memulai ide-ide seperti saat menganguk untuk memadamkan cahaya lampu.

Suntingan:

  • Tapi dia punya pemikiran sendiri—seperti kapan akhirnya tidur dan memadamkan lampu.

Keterangan: “nod off” = to fall asleep, especially without intending to do so (http://idioms.thefreedictionary.com/nod+off).

KESIMPULAN

  • Penerjemah 1 (ANIEK): Secara umum hasil terjemahan cukup baik. Hanya tinggal memperbanyak referensi idiom, karena akan sering ditemukan dalam penerjemahan novel.
  • Penerjemah 2 (IFAH): Penerjemah memahami isi teks dan bisa menerjemahkan dengan baik. Masukan dari saya, dalam novel sebaiknya tidak memilih kata “saya” sebagai kata ganti orang pertama karena akan menciptakan jarak dengan pembaca. Tapi saya lihat terkadang penerjemah juga memakai “aku”. Jangan lupa untuk konsisten.
  • Penerjemah 3 (ROFI): Masih perlu memahami konteks cerita. Sebaiknya teks dibaca beberapa kali agar bisa menangkap maknanya. Pelajari EYD lagi, karena masih banyak kesalahan mendasar, seperti “dikelas” atau “keasrama”.

Demikian masukan dari saya. Semoga bermanfaat. Silakan jika ingin berdiskusi, karena harus saya akui mengedit sifatnya cukup subjektif. Mohon maaf kalau ada kekeliruan karena editor sendiri tidak luput dari kesalahan 😀

salam,
Lulu Fitri Rahman

Advertisements