[Klinik Terjemahan 2015] Naskah 06 (1)

Peserta: Aria Enggar

Sumber:

Page 4

Le Carousel, the annual military festival, traditionally marked the end of a year of training for the young cavalry officers of Saumur. As usual, the July weekend was thick with visitors to the medieval town, keen not just to witness the passing out of the young cavalrymen but the traditional displays of cavalry riding, motorbike acrobatics and the parade of tanks, their great hulls still scarred form the war.

It was 1960. The Old Guard was teetering in the face of an onslaught of popular culture, of shifting attitudes and Johnny Hallyday, but in Saumur there was little appetite for change. The annual performance if twenty-two elite French horsemen, some military, some civilian, who comprised Le Cadre Noir, the highlight of Le Carrousel weekend, was always enough to guarantee that the tickets were sold out within days-to the local community, to those who were imbued with a sense of France’s heritage, and, on a less cerebral level, to those intrigued by posters all over the Loire region promising ‘Majesty, Mystery, Horses that Defy Gratify’.

Le Cadre Noir had been born almost 250 year earlier, after the decimation of the French cavalry in the Napoleonic Wars. In an attempt to rebuild what ha once been considered a crack band of horsemen, a school was created in Saumur, a town which had housed an equestrian academy since the 26th century. Here, a corps of instructors had been gathered form the finest riding schools at Versailles, the Tuileries and Saint Germain, to pass on the high traditions of academic riding to a new generation of offices, and had continued to do so ever since.

Terjemahan dan suntingan:

Aria_1

Pengampu: Istiani Prajoko

[Klinik Terjemahan 2015] Naskah 06 (2)

Peserta: Ratna Atto

Sumber:

Page 4

Le Carousel, the annual military festival, traditionally marked the end of a year of training for the young cavalry officers of Saumur. As usual, the July weekend was thick with visitors to the medieval town, keen not just to witness the passing out of the young cavalrymen but the traditional displays of cavalry riding, motorbike acrobatics and the parade of tanks, their great hulls still scarred form the war.

It was 1960. The Old Guard was teetering in the face of an onslaught of popular culture, of shifting attitudes and Johnny Hallyday, but in Saumur there was little appetite for change. The annual performance if twenty-two elite French horsemen, some military, some civilian, who comprised Le Cadre Noir, the highlight of Le Carrousel weekend, was always enough to guarantee that the tickets were sold out within days-to the local community, to those who were imbued with a sense of France’s heritage, and, on a less cerebral level, to those intrigued by posters all over the Loire region promising ‘Majesty, Mystery, Horses that Defy Gratify’.

Le Cadre Noir had been born almost 250 year earlier, after the decimation of the French cavalry in the Napoleonic Wars. In an attempt to rebuild what ha once been considered a crack band of horsemen, a school was created in Saumur, a town which had housed an equestrian academy since the 26th century. Here, a corps of instructors had been gathered form the finest riding schools at Versailles, the Tuileries and Saint Germain, to pass on the high traditions of academic riding to a new generation of offices, and had continued to do so ever since.

Terjemahan dan suntingan:

Ratna

Pengampu: Istiani Prajoko

Klinik Terjemahan 2015: The Horse Dancer

Koreksi EYD:

  • Pertunjukkan –> Pertunjukan
  • Perancis –> Prancis
  • kavalari — kavaleri
  • Penulisan angka bilangan: ke 16 –> ke-16

Lain-lain:

  • Jarak spasi antar kata adalah 1, jadi tolong dijaga agar tetap konsisten.
  • Untuk memudahkan koreksi, jarak antar baris 1,5-2 spasi.
  • Sebelum menerjemahkan, carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang bahan yang akan diterjemahkan supaya ada gambaran tentang plot, latar belakang sejarah (kalau ada), ulasan, dsb. bahkan tidak jarang naskah tersebut bisa diunduh sebagian atau seluruhnya. Memiliki naskah unduhan tersebut sangat bermanfaat.

 

Koreksi terjemahan:

Le Carrousel, the annual military festival, traditionally marked the end of a year of training for the young cavalry officers of Saumur.

Terjemahan:

  1. Le Carousel merupakan festival militer tahunan yang menjadi tanda berakhirnya satu tahun pelatihan bagi perwira kavaleri muda di akademi berkuda Saumur.
  2. Le Carousel,  sebuah festival tahunan,  yang secara turun temurun menandai berakhirnya  satu tahun pelatihan petugas kavalari muda  Saumur.

Revisi:

  1. Festival militer tahunan Le Carrousel secara tradisi menandai berakhirnya satu tahun pelatihan perwira kavaleri muda di akademi berkuda Saumur.
  2. Festival militer tahunan Le Carrousel secara turun temurun menandai berakhirnya satu tahun pelatihan perwira kavaleri muda Saumur.

 

As usual, the July weekend was thick with visitors to the medieval town, keen not just to witness the passing out of the young cavalrymen but the traditional displays of cavalry riding, motorbike acrobatics and the parade of tanks, their great hulls still scarred from the war.

Terjemahan:

  1. Seperti biasanya, akhir pekan di bulan Juli penuh dengan pengunjung yang datang ke kota dengan arsitektur abad pertengahan tersebut, para pengunjung itu tidak hanya bersemangat untuk menyaksikan parade para perwira muda, tapi juga cara tradisional berkendara kavaleri kuda, akrobat sepeda motor, dan juga parade tank dengan badannya yang nampak luka perang.
  2. Seperti biasa, setiap akhir pekan di bulan Juli pengunjung akan memadati kota  abad pertengahan itu, bukan hanya  ingin menyaksikan pasukan barisan kavalari muda, tapi juga penampilan tradisional dari kavalari berkuda,  akrobat sepeda  motor dan parade tank, lambung kapal mereka masih menggoreskan  sisa peperangan.

Revisi:

  1. Seperti biasa, akhir pekan di bulan Juli itu dipadati pengunjung yang datang ke kota abad pertengahan itu, tidak hanya bersemangat untuk menyaksikan parade para perwira muda itu, tetapi juga pertunjukan menunggang kuda yang telah menjadi tradisi, akrobat sepeda motor, dan parade tank, lambung tank yang besar masih menyisakan goresan akibat perang.
  2. Seperti biasa, setiap akhir pekan di bulan Juli itu pengunjung memadati kota abad pertengahan itu, tidak hanya ingin menyaksikan pasukan kavaleri muda itu, tetapi juga penampilan tradisional kavaleri berkuda, akrobat sepeda motor, dan parade tank, lambung tank yang besar masih menyisakan goresan akibat perang.

 

The Old Guard was teetering in the face of an onslaught of popular culture, of shifting attitudes and Johnny Hallyday, but in Saumur there was little appetite for change.

Terjemahan:

  1. Old Guard sedang goyah di hadapan hantaman budaya populer, akibat pergeseran sikap orang-orang dan juga kepopuleran Johnny Hallyday, tapi di Saumur kurang berminat akan perubahan.
  2. Dengan susah payah The Old Guard menghadapi serangan gencar dari budaya  populer, perubahan sikap dan Johnny Hallyday, namun di Saumur masih ada sedikit keinginan untuk berubah.

Revisi:

  1. The Old Guard dengan susah payah menghadapi hantaman budaya populer, bergesernya sikap orang-orang, dan Johnny Hallyday, tetapi di Saumur orang-orang kurang berminat akan perubahan.
  2. Dengan susah payah the Old Guard menghadapi serangan gencar budaya  populer, perubahan sikap, dan Johnny Hallyday, tetapi di Saumur keinginan untuk berubah tidak terlalu besar.

 

The annual performance of twenty-two elite French horsemen, some military, some civilian, who comprised Le Cadre Noir, the highlight of Le Carrousel weekend, was always enough to guarantee that the tickets were sold out within days-to the local community, to those who were imbued with a sense of France’s heritage, and, on a less cerebral level, to those intrigued by posters all over the Loire region promising ‘Majesty, Mystery, Horses that Defy Gravity’.

Terjemahan:

  1. Pertunjukkan tahunan dari dua puluh dua penunggang kuda elit Prancis, yaitu Le Cadre Noir, yang terdiri dari personil militer dan orang sipil, merupakan penampilan utama dari akhir pekan Le Carrousel, selalu bisa menjamin dalam tiket pertunjukan terjual habis dalam hitungan hari kepada komunitas lokal, yaitu orang-orang yang menjiwai warisan budaya Prancis, dan dalam tingkat yang kurang mengena di otak, terjual pada orang-orang yang tertarik oleh poster di daerah Loire yang menyebutkan ‘Agung, Misterius, Kuda yang Menentang Gravitasi’.
  2. Pertunjukkan tahunan yang menampilkan dua puluh dua  pasukan elit berkuda Perancis, beberapa orang dari kalangan militer dan sipil, selalu menjadi jaminan bahwa dalam  beberapa hari tiket akan habis terjual kepada masyarakat setempat, orang-orang yang menjiwai warisan Perancis,  dan,  kalangan intelektual, serta mereka yang tertarik pada poster-poster di seantero Loire yang menjanjikan “Keagungan,  Misteri,  dan kuda-kuda yang memberi kabahagiaan yang tak terlukiskan”

Revisi:

  1. Penampilan tahunan dua puluh dua penunggang kuda elit Prancis, Le Cadre Noir, yang anggotanya sebagian dari militer, sebagian sipil, merupakan pertunjukan utama akhir pekan Le Carrousel. Penampilan mereka selalu menjamin tiket terjual habis dalam hitungan hari kepada masyarakat setempat, orang-orang yang menjiwai warisan budaya Prancis, dan dalam tingkat yang kurang masuk akal, terjual kepada orang-orang yang terpikat oleh poster-poster di seluruh penjuru Loire yang menjanjikan ‘Megah, Misterius, Kuda yang Melawan Gravitasi’.
  2. Penampilan tahunan dua puluh dua orang pasukan elit berkuda Prancis, Le Cadre Noir, yang sebagian anggotanya dari kalangan militer dan sebagian dari sipil, merupakan pertunjukan utama akhir pekan Le Carrousel. Penampilan mereka selalu menjamin bahwa dalam beberapa hari tiket akan habis terjual kepada masyarakat setempat, orang-orang yang menjiwai warisan Prancis, dan, yang kurang masuk akal, terjual kepada orang-orang yang tertarik pada poster-poster di seantero Loire yang menjanjikan “Megah, Misterius, Kuda-kuda yang Melawan Gravitasi”.

 

Le Cadre Noir had been born almost 250 year earlier, after the decimation of the French cavalry in the Napoleonic Wars.

Terjemahan:

  1. Le Cadre Noir sudah berdiri sejak hampir 250 tahun lalu, setelah banyaknya anggota kavaleri Prancis yang gugur di Perang Era Napoleon.
  2. Le Cadre Noir telah dimulai sejak 250 tahun silam,  setelah pembunuhan kavaleri Perancis  dalam perang Napoleon.

Revisi:

  1. Le Cadre Noir didirikan hampir 250 tahun lalu, setelah anggota kavaleri Prancis banyak yang gugur dalam Perang Era Napoleon.
  2. Le Cadre Noir dibentuk hampir 250 tahun yang silam, setelah kavaleri Prancis banyak yang tewas dalam perang Napoleon.

 

In an attempt to rebuild what had once been considered a crack band of horsemen, a school was created in Saumur, a town which had housed an equestrian academy since the 16th century.

Terjemahan:

  1. Dengan tujuan membangun kembali apa yang telah dianggap sebagai crack band para penunggang kuda, sebuah sekolah didirikan di Saumur, sebuah kota tempat di mana akademi berkuda sudah berdiri sejak abad ke 16.
  2. Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali kenangan terhadap pasukan berkuda, didirikanlah sebuah sekolah di Saumur, sebuah kota yang telah mendirikan akademi berkuda sejak abad 16.

Revisi:

  1. Dengan tujuan menghidupkan kembali para penunggang kuda yang legendaris itu, sebuah sekolah didirikan di Saumur, kota yang telah menjadi rumah bagi akademi berkuda sejak abad ke-16.
  2. Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali para penunggang kuda yang legendaris itu, didirikanlah sebuah sekolah di Saumur, kota yang telah menjadi rumah bagi akademi berkuda sejak abad ke-16.

 

Here, a corps of instructors had been gathered from the finest riding schools at Versailles, the Tuileries and Saint Germain, to pass on the high traditions of academic riding to a new generation of offices, and had continued to do so ever since.

Terjemahan:

  1. Di sini, sekelompok instruktur dikumpulkan dari sekolah-sekolah berkuda terbaik di Versailles, Tuileries, dan Saint Germain untuk melestarikan tradisi luhur menunggang kuda pada generasi baru sekolah itu, dan terus berlanjut hingga sekarang.
  2. Di sini,  sekelompok instruktur berkumpul untuk mendirikan sebuah akademi berkuda terbaik di Versailles,Tuileries dan Saint Germain, sebagai upaya untuk memperkenalkan  tradisi leluhur kepada generasi mendatang. Sejak saat itatradisi ini terus dilakukan.

Revisi:

Di sekolah ini, sekelompok instruktur didatangkan dari sekolah-sekolah berkuda terbaik di Versailles, Tuileries, dan Saint Germain untuk meneruskan tradisi luhur menunggang kuda kepada generasi baru sekolah itu, dan itu terus berlanjut hingga sekarang.