Klinik Terjemahan: The Library of Mount Char (Demi Melinda, Imam Nazhar, Catur Ratna)

Naskah asli
Carolyn and the rest were not born librarians. Once upon a time–it seemed long ago–they had been very American indeed. She remembered that, a little–there was something called The Bionic Women and another something called Reese’s Peanut Butter Cups. But one summer day when Carolyn was about eight, Father’s enemies moved against him. Father survived, as did Carolyn and a handful of other children. Their parents did not. 

Terjemahan 1

Catur Ratna I

Terjemahan 2

Imam1

Terjemahan 3

Demi1

Komentar terjemahan 1
1. “But” dalam kalimat ini bukan kecuali melainkan tapi. Artinya menjadi berbeda.
2. Hati-hati saat menerjemahkan, jangan sampai ada kalimat yang terlewat seperti pada kalimat terakhir.
3. “Bapa” dalam KBBI memang juga berarti bapak, tetapi lazimnya digunakan dalam konteks pemimpin agama. Karena sosok Father ini belum jelas siapa, sebaiknya gunakan Bapak yang lebih netral.

Komentar terjemahan 2
“usia” ditambahkan untuk memperjelas.

Komentar terjemahan 3
“Reese’s Peanut Butter Cups” adalah merek sungguhan (bisa cek dulu di Google), sebaiknya tetap ditulis seperti aslinya.

Naskah asli
She remembered the way Father’s voice came to her through black smoke that smelled like melting asphalt, how the deep crater where their houses had been glowed dull orange behind him as he spoke.

Terjemahan 1

Catur Ratna 2

Terjemahan 2

Imam2

Terjemahan 3

Demi2

Komentar terjemahan 1
Perhatikan kalimat aslinya. Bukan rumah mereka yang bersinar oranye, tapi kawah (istilah lain untuk lubang) tempat rumah mereka sebelumnya berada. Rumah mereka sendiri pastinya sudah lenyap dan hanya menyisakan lubang besar.

Komentar terjemahan 3
1. Penggunaan kata sambung “yang,” “dengan,” dsb sebaiknya diminimalkan jika tidak mengubah arti.
2. Penggunaan “di mana,” “yang mana,” sebagai terjemahan dari “where” tidak dikenal dalam bahasa Indonesia. Gunakan kata keterangan “tempat,” “ketika,” dsb.

Naskah asli
“You are Pelapi now,” Father said. “It is an old world. It means something like ‘librarian’ and something like ‘pupil.’ I will take you into my house. I will raise you in the old ways, as I myself was raised. I will teach you the things I have learned.”

Terjemahan 1

Catur Ratna 3

Terjemahan 2

Imam3

Terjemahan 3

Demi3

Komentar terjemahan 1
Pada paragraf pertama sudah disebutkan Carolyn dan yang lainnya, berarti jamak. You di sini adalah kalian, bukan kamu (tunggal).

Komentar terjemahan 2 dan 3
Pemakaian kata keterangan “sebuah,” “seorang,” “sebutir,” dsb. sebaiknya diminimalkan jika tidak mengubah arti.

Naskah asli
He did not asked what they wanted. 

Terjemahan 1, 2, 3
Catur Ratna 4 Imam4 Demi4

Komentar
1. Untuk terjemahan 1, want di sini lebih tepat diartikan keinginan, bukan kebutuhan.
2. Saya mengedit kalimat tersebut menjadi lebih ringkas dan menghindari penggunaan kata tanya apa dalam kalimat berita (bukan kalimat tanya).

Naskah asli
Carolyn, not ungrateful, did her best at first. Her mom and dad were gone, gone. She understood that. Father was all that she had now, and at first it seemed that he didn’t ask so much. Father’s home was different, though. Instead of candy and television there were shadows and ancient books, handwritten on thick parchment. They came to understand that Father had lived for a very long time. More, over the course of this long life, he had mastered the crafting of wonders. He could call down lightning, or stop time. Stones spoke to him by name. The theory and practice of these crafts were organized into twelve catalogs — one for each child, as it happened. All he asked was that they be diligent about their studies. 

Terjemahan 1

Catur Ratna 5

Terjemahan 2

Imam5

Terjemahan 3

Demi5

Komentar terjemahan 1
1. Supaya tidak membingungkan, kata ganti orang yang berbeda (dia) dalam satu kalimat bisa dicari padanan lainnya. Misalnya: lelaki itu, perempuan itu, guru itu, penyanyi itu, dan sebagainya.
2. “kalau” adalah kata informal untuk bahwa (that), sebaiknya jangan digunakan dalam narasi. Untuk percakapan masih bisa ditoleransi.
3. live di sini artinya hidup, bukan tinggal.
4. Masih ada bagian yang terlewat dan tidak diterjemahkan.

Komentar terjemahan 2 dan 3
Perhatikan EYD. Praktik bukan praktek.

Naskah asli
Carolyn’s first clue as to what this actually meant came a few weeks later. She was studying at one of the lamplit kiosks scattered here and there around the jade floor of the Library. Margaret, then aged about nine, sprinted out from the towering, shadowy shelves of the gray catalog. She was shrieking. Blind with terror, she tripped over an end table and skidded to a stop almost at Carolyn’s feet. Carolyn motioned her under her desk to hide.

Terjemahan 1

Catur Ratna 6

Terjemahan 2

Imam6

Terjemahan 3

Demi6

Komentar terjemahan 1, 2, 3
Saya mengedit “bilik yang diterangi cahaya lampu” menjadi “bilik berlampu” untuk meringkas dan mempertinggi tingkat keterbacaan. Demikian pula dengan Perpustakaan berlantai giok.

Komentar terjemahan 2
1. berdecit umumnya digunakan untuk menggambarkan suara burung atau tikus.
2. motioned di sini artinya memberi isyarat, bukan memindahkan.

Naskah asli
Margaret trembled in the shadows for ten minutes or so. Carolyn hissed questions at her, but she wouldn’t speak, perhaps could not. But Margaret’s tears were streaked with blood, and when Father pulled her back into the stacks she wet herself. That was answer enough. Carolyn sometimes thought of how the hot ammonia of Margaret’s urine blended with the dusty smell of old books, how her screams echoed down the stacks. It was in that moment that she first began to understand.

Terjemahan 1

Catur Ratna 7

Terjemahan 2

Imam7

Terjemahan 3

Demi7

Komentar terjemahan 1
Hati-hati saat membaca naskah. Pulled her back di sini artinya menariknya kembali, bukan menarik punggungnya.

Komentar terjemahan 2
1. Stacks di sini lebih tepat diartikan sebagai rak buku, bukan tumpukan buku.
2. Tangis bergelimang darah mungkin tidak salah, tapi terkesan terlalu dramatis dibandingkan air mata bercampur darah.

Komentar terjemahan 1, 2, 3
1.Saya mengedit bayang-bayang (shadow) menjadi kegelapan agar lebih natural saja. Di bawah meja Carolyn sudah pasti gelap.
2. Komentar umum: Bedakan pada dengan kepada. Kata depan kepada digunakan untuk menyatakan “tempat yang dituju”. Letaknya di depan obyek dalam kalimat yang predikatnya mengandung makna “tertuju terhadap sesuatu.” Contoh: Bicara kepada Ibu, mengadu kepada guru. Sedangkan pada digunakan untuk menyatakan “tempat keberadaan” dan “tempat yang sebenarnya.” sebagai varian dari kata “di.” Contoh: Budi menjadi pengajar pada sekolah itu, mainan adik ada pada ayah.

Terima kasih banyak atas partisipasi teman-teman mengikuti klinik terjemahan. Semoga yang saya sampaikan dalam tulisan ini dapat bermanfaat. Menyunting terkadang memang tidak lepas dari subjektivitas atau ‘selera’ si penyunting, jadi bisa saja yang teman-teman anggap benar ternyata tidak cocok dengan ‘selera’ saya, atau yang saya anggap benar ternyata salah menurut yang lain. Kita sama-sama belajar, jadi sekiranya ada hal-hal yang menurut teman-teman keliru dalam pemaparan saya, silakan dikoreksi 🙂

Akhir kata, setelah menyunting tiga naskah terjemahan tersebut, ada satu yang saya favoritkan, yaitu terjemahan 3. Bagi yang merasa itu terjemahannya, silakan kirim alamat lengkap dan nomor telepon ke surel bruziati@yahoo.com. Ada sedikit kenang-kenangan untuk Penerjemah 3.

Sampai bertemu lagi di klinik selanjutnya (insya Allah)
Salam,
Barokah Ruziati