MATERI LOKAKARYA PENERJEMAHAN FESTIVAL PEMBACA INDONESIA 2016

Menerjemahkan Idiom, Alih Bahasa dengan Rasa
Pengenalan penerjemahan fiksi secara umum serta latihan menerjemahkan dan memahami idiom.

Waktu: Minggu, 11 Desember 2016, pukul 10.00-12.00 WIB
Lokasi: Museum Nasional, Jakarta
Mentor: Barokah Ruziati, Dina Begum, Eka Budiarti, Lulu Fitri Rahman, Meggy Soedjatmiko, Melody Violine.

MAKALAH PENERJEMAHAN IDIOM

slide1

Continue reading “MATERI LOKAKARYA PENERJEMAHAN FESTIVAL PEMBACA INDONESIA 2016”

Advertisements

[Klinik Terjemahan 2015] Naskah 09

Halo, teman-teman peserta klinik. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk menerjemahkan teks di atas. Kebetulan teks ini berkesan buat saya, karena diambil dari buku pertama yang saya garap begitu diterima sebagai penerjemah lepas di salah satu penerbit.

Teks ini bertutur tentang seorang anak laki-laki (“aku”) yang harus pindah sekolah saat SMA tinggal setahun lagi, meninggalkan kehidupan lamanya yang sudah mapan akibat suatu peristiwa. Anak itu masuk sekolah berasrama Rothborne dan berusaha beradaptasi, termasuk dengan teman sekamarnya, Cartright. Berikut teks lengkapnya.

TEKS ASLI

I had hoped that a new start away from Steepleton would make my junior year seem like a hundred years ago, rather than just one.

Granted, senior year is not a great year to be switching schools, especially if you played football, baseball, had a decent blues band going in your basement, and had known the same kids since forever. I kept telling myself at first, Hey, going to boarding school will be like leaving for college a year earlyIt’s cool. But that’s a hard argument to hold on to when you’re looking at people whose average age is fifteen, and when we’re still living under a 10:00 P.M. weekend curfew in the dorm. At first it was a weird change. But staying in Steepleton after all that had happened would have been weirder.

Mostly Rothborne has been good. It wasn’t more than a couple months before I could actually concentrate in class and get decent grades again. I could spot guys from the dorm as I walked into the dining hall, and I could pull up a seat next to them and goof around. I asked a girl to the movies once, and she said yes. Nobody stares at me here. Nobody is suspicious of me. That part is gone.

I’m not saying that life has been perfect. There’s the roommate thing. Cartright is pretty cool—he’s a crew maniac who also loves prank, embellishing his own girl stories, and shooting the bull late at night with me. But he’s got his own set of ideas—like when to finally nod off and put out the light. And if you have nightmares, flashbacks, and other sleep screwups, it’s not easy lying awake in the dark.

MASUKAN

Ada beberapa masukan dari saya sebagai pengampu untuk teks ini.

  • Pahami konteks cerita. Sebelum mulai menerjemahkan, selalu baca teksnya, baca cepat (skimming) tidak masalah, yang penting kita bisa menangkap konteks cerita secara keseluruan.
  • Penggunaan EYD. Ini hal paling mendasar dalam penerjemahan. Sudah tidak boleh lagi ada “disana”, “dikelas”, “keasrama”. Silakan cek rujukan EYD.
  • Pemilihan kata ganti orang. Novel dengan bentuk POV orang pertama cenderung memakai “aku”, karena menunjukkan kedekatan si tokoh dengan pembaca. “Saya” menimbulkan kesan berjarak.
  • Penulisan angka. Untuk angka seperti sepuluh atau seratus, sebaiknya ditulis lengkap dengan huruf. Jika angkanya lebih dari tiga kata, ditulis dengan angka. Mis. 23 bukan dua puluh tiga.
  • Penulisan waktu. Dalam teks ini ada 10.00 PM. Untuk menerjemahkannya, kita punya pilihan antara pukul 22.00 atau pukul sepuluh malam bukan pukul 10.00 malam.
  • Baca ulang. Biasakan baca dulu hasil terjemahan sebelum diserahkan ke penerbit atau ke klien mana pun, karena kesalahan akan lebih mudah ditemukan jika pekerjaan dibaca ulang. Sebisa mungkin hindari typo (salah ketik).

Bersama teman-teman pengampu lainnya, kami sepakat menyunting terjemahan peserta dengan menggunakan “track changes”, agar peserta bisa melihat koreksinya secara keseluruhan. Hasilnya bisa dilihat di sini:

Peserta1-ANIEK
Penerjemah1-ANIEK
Peserta2-IFAH
Penerjemah2-IFAH
Peserta3-ROFI
Penerjemah3-ROFI

Beberapa kalimat yang saya sorot untuk ketiga penerjemah:

(1)

I had hoped that a new start away from Steepleton would make my junior year seem like a hundred years ago, rather than just one.

Terjemahan:

  1. Aku berharap bahwa sebuah awalan yang baru, jauh dari Steepleton akan membuat masa SMP-ku terasa seperti seratus tahun yang lalu.
  2. Saya berharap dengan memulai hidup baru jauh dari Steepleton akan membuat tahun pertama saya seperti telah seratus tahun, tidak seperti baru satu tahun.
  3. Aku berharap ada nuansa baru yang muncul di Seepleton saat tahun pertama tinggal disana aku merasa seperti 100 tahun daripada setahun.

Suntingan:

  • Tadinya aku berharap dengan memulai hidup baru jauh dari Steepleton, kelas 11 akan terasa seperti seratus tahun yang lalu, dan bukannya baru satu tahun.

Keterangan: Dalam sistem pendidikan AS, “junior year” bisa disamakan dengan kelas 11 SMA, sedangkan senior year kelas 12.

(2)

Granted, senior year is not a great year to be switching schools, especially if you played football, baseball, had a decent blues band going in your basement, and had known the same kids since forever.

Terjemahan:

  1. Percayalah, masa SMU bukanlah waktu yang tepat untuk pindah sekolah, terutama jika kau suka bermain sepakbola, baseball, memiliki band blues yang cukup baik di ruang-bawah-tanahmu dan mengenal teman-teman sebaya sejak lama.
  2. Memang, setelah sekian lama bersekolah di tempat itu, bukanlah waktu yang tepat untuk pindah sekolah ke tempat lain. Apalagi di sekolah lama sudah terbiasa bermain sepak bola, bisbol, mempunyai grup band blues yang cukup bagus, dan sudah dikenal sejak lama oleh teman-teman di sana.
  3. Harapan ku terkabul, saat tahun berikutnya bukanlah tahun yang bagus untuk meramaikan sekolah, apalagi menjadi pemain sepak bola, basebal dan pemain band ternama di kelompokmu. Terkenal seperti anak-anak saja.

Suntingan:

  • Memang, tahun terakhir SMA bukan waktu yang tepat untuk pindah sekolah, apalagi kalau kita pemain sepak bola, bisbol, dan punya band blues lumayan yang berlatih di ruang bawah tanah kita, dan mengenal teman-teman yang sama sejak lama.

Keterangan: (a) “granted” = used to concede a point, often before stating some contrasting information (https://en.wiktionary.org/wiki/granted); (b) “you” tidak selalu harus diterjemahkan sebagai “kau” atau “kamu”. Jika konteksnya bersifat umum, “you” terkadang bisa diterjemahkan menjadi “kita”. Contoh penerjemahan “you” bisa dilihat di sini.

(3)

I kept telling myself at first, Hey, going to boarding school will be like leaving for college a year early. It’s cool.

Terjemahan:

  1. Pertama-tama, aku memperkenalkan diriku. Hei, bersekolah di sekolah berasrama seperti mengambil kuliah setahun lebih cepat. Ini asyik.
  2. Pada awalnya, aku berkata kepada diriku sendiri, Hei pergi ke sekolah asrama sama halnya dengan meninggalkan kuliah setahun lebih cepat. Itu hebat.
  3. Awalnya Aku terus mengatakan pada diriku sendir, hei tinggal di asrama sekolah itu keren lho, ini akan menjadi seperti berangkat lebih awal ke sekolah.

Suntingan:

  • Awalnya aku memutuskan, Hei, masuk sekolah asrama itu rasanya seperti berkuliah setahun lebih awal. Keren.

Keterangan: (a) “keep telling myself” sebenarnya tidak salah diterjemahkan “mengatakan kepada diriku sendiri”, tapi saya menawarkan suntingan di atas agar terjemahannya terbaca lebih luwes, karena intinya si tokoh berusaha berpikir seperti itu; (b) “leave for college” artinya pergi berkuliah (http://idioms.thefreedictionary.com/leave+for+some+place).

(4)

Mostly Rothborne has been good.

Terjemahan:

  1. Sebagian besar Rathbone, baik.
  2. Sekian lama tinggal di Rothborne makin lama makin baik.
  3. Hampir semua siswa Rotherbone orang baik.

Suntingan:

  • Secara umum Rothborne menyenangkan.

Keterangan: “mostly” =  for the greatest part; mainly (http://www.thefreedictionary.com/mostly). Jadi bisa disimpulkan secara umum Rothborne cukup asyik atau menyenangkan.

(5)

It wasn’t more than a couple months before I could actually concentrate in class and get decent grades again.

Terjemahan:

  1. Aku hanya butuh waktu kurang dari dua bulan untuk bisa benar-benar konsentrasi pada pelajaran di kelas dan mendapatkan peringkat yang baik.
  2. Hal itu saya rasakan tidak lebih dari beberapa bulan sebelum saya benar-benar bisa berkonsentrasi di kelas dan mendapatkan nilai yang bagus.
  3. Hal itu tidak lebih dari beberapa bulan sebelum aku benar-benar belajar dikelas dan mendapatkan nilai yang cukup memuaskan lagi.

Suntingan:

  • Tak sampai dua bulan aku sudah bisa benar-benar berkonsentrasi di kelas dan mendapatkan nilai yang memuaskan lagi.

Keterangan: (a) Peserta bisa menangkap maknanya, tapi kalimatnya perlu disederhanakan; (b) “decent” = fairly good; acceptable; satisfactory (http://www.thefreedictionary.com/decent).

(6)

Cartright is pretty cool—he’s a crew maniac who also loves prank, embellishing his own girl stories, and shooting the bull late at night with me.

Terjemahan:

  1. Cartright cukup manis – dia adalah seorang maniak yang juga suka lelucon, menambah-nambah cerita pacarnya sendiri dan menembak banteng saat larut malam bersamaku.
  2. Dia bernama Cartright yang lumaya keren. Dia seorang maniak regu yang juga mencintai humor, suka menambah-nambah cerita tentang gadisnya, dan suka mengobrol sampai larut malam dengan saya.
  3. Kawan sekamarku Cartright , dia sangat keren, dia anggota tim dayung yang suka bersenda gurau, bahkan dia juga sering membual pada pacar sendiri, aku dan dia sering mengobrol hingga larut malam.

Suntingan:

  • Cartright cukup keren, dia anggota tim dayung yang juga suka lelucon, membumbui ceritanya tentang gadis-gadis, dan mengobrol hingga larut malam denganku.

Keterangan: (a) Cool mungkin lebih tepat diterjemahkan keren atau asyik, ketimbang manis; (b) “crew” = a team of rowers, as of a racing shell (http://www.thefreedictionary.com/crew); (c) “shooting the bull” = to chat and gossip (http://idioms.thefreedictionary.com/shoot+the+bull).

(7)

But he’s got his own set of ideas—like when to finally nod off and put out the light.

Terjemahan:

  1. Namun ia mempunyai pemikiran-pemikiran sendiri — seperti ketika ia mengantuk lalu mematikan lampu kamar kami.
  2. Namun, dia punya banyak ide—seperti ketika akhirnya mengantuk dan memadamkan lampu.
  3. Dia sendiri yang sering memulai ide-ide seperti saat menganguk untuk memadamkan cahaya lampu.

Suntingan:

  • Tapi dia punya pemikiran sendiri—seperti kapan akhirnya tidur dan memadamkan lampu.

Keterangan: “nod off” = to fall asleep, especially without intending to do so (http://idioms.thefreedictionary.com/nod+off).

KESIMPULAN

  • Penerjemah 1 (ANIEK): Secara umum hasil terjemahan cukup baik. Hanya tinggal memperbanyak referensi idiom, karena akan sering ditemukan dalam penerjemahan novel.
  • Penerjemah 2 (IFAH): Penerjemah memahami isi teks dan bisa menerjemahkan dengan baik. Masukan dari saya, dalam novel sebaiknya tidak memilih kata “saya” sebagai kata ganti orang pertama karena akan menciptakan jarak dengan pembaca. Tapi saya lihat terkadang penerjemah juga memakai “aku”. Jangan lupa untuk konsisten.
  • Penerjemah 3 (ROFI): Masih perlu memahami konteks cerita. Sebaiknya teks dibaca beberapa kali agar bisa menangkap maknanya. Pelajari EYD lagi, karena masih banyak kesalahan mendasar, seperti “dikelas” atau “keasrama”.

Demikian masukan dari saya. Semoga bermanfaat. Silakan jika ingin berdiskusi, karena harus saya akui mengedit sifatnya cukup subjektif. Mohon maaf kalau ada kekeliruan karena editor sendiri tidak luput dari kesalahan 😀

salam,
Lulu Fitri Rahman

[Tautan] rakatacenter.wordpress.com

Muhammad Husnil
Sekadar berbagi:

Di bawah ini ada tautan ke laman yang ditaja Farid Gaban, jurnalis dan penulis kawakan. Laman tentang Jurnalisme dan penulisan. Meski masih baru dan hanya beberapa tulisan, semuanya berharga bagi kita, penerjemah dan editor.

Semoga bermanfaat.

http://rakatacenter.wordpress.com/

Rakata Center
rakatacenter.wordpress.com
Jurnalisme dan Penulisan | Twitter: @tipsmenulis

Posting Pertama Admin

Rini Nurul Badariah
Selamat datang, rekan-rekan penerjemah dan editor buku. Mohon maaf bila tidak berkenan, silakan leave group bila keberatan ya:) Admin masih tergagap-gagap nih:)
Like · · Follow Post · February 24, 2012 at 9:44am

Dina Begum komen ah, biar fotoku nampang di atas. Trims udah diajak gabung….
February 24, 2012 at 10:00am · Unlike · 2

Indradya Susanto Putra bikin launching dong….makan2, gitu
February 24, 2012 at 10:05am · Like

Dina Begum Lho Indra bukannya lagi diet? #gosip
February 24, 2012 at 10:06am · Like

Indradya Susanto Putra dietnya kan kalo waktu makan blm tiba
February 24, 2012 at 10:07am · Like

Rini Nurul Badariah Launchingnya, Mas Indradya Susanto Putra kasih tips terjemahan dan editing yang baik dong… curhat boleh lho:)
February 24, 2012 at 10:08am · Like · 1

Indradya Susanto Putra saya kurang suka curhat, sukanya curi2 pandang
February 24, 2012 at 10:09am · Like

Linda Boentaram makasih dah diinvite :))
February 24, 2012 at 10:22am · Like · 1

Friar

Melody Violine
apakah ada padanan khusus untuk “friar”?
saya cek di KBBI arti “biarawan” dan “rahib” sama dengan “monk” (tinggal di biara), sedangkan “friar” hidup di antara orang biasa

konteksnya Jerusalem (dan sekitarnya) pada abad ke-12, tentang Assassin dan Crusaders dan Templars dan Saracens
March 10, 2012 at 10:11am

Linda Boentaram di Juliet ada tokoh yg namanya Friar Lorenzo, aku terjemahkan jadi Bapa Lorenzo. Alternatif lain: paderi.
March 10, 2012 at 10:29am · Like · 1

Maria Antonia Rahartati Bambang Dalam agama Katolik, ada sebutan Pastor (di Jawa, Romo), ada Frater (calon pastor) dan Broeder (biarawan, tetapi dengan tugas yang berbeda dari pastor, biasanya jadi pendidik, mengelola sekolah). Barangkali friar dalam buku Mbak Melody Violine, adalah …See More
March 10, 2012 at 10:44am · Unlike · 3

Maria Antonia Rahartati Bambang http://www.thefreedictionary.com/friar
fri•ar (fr r)
n. Abbr. Fr.
A member of a usually mendicant – a male member of a religious order that originally relied solely on alms – Roman Catholic order. [Middle English frere, from Old French, from Latin…See More

friar
http://www.thefreedictionary.com
Definition of friar by TheFreeDictionary.com
March 10, 2012 at 10:56am · Like · Remove Preview

Melody Violine dear mba Maria , setelah saya timbang2, saya tidak bisa memakai istilah bruder karena ada konsep “brother” dalam novel ini yg biasa digunakan untuk sesama anggota ordo khusus, jadi saya akan memakai “padri” seperti usul mba Linda Boentaram

terima kasih banyak, mba maria dan mba linda
March 10, 2012 at 10:59am · Like · 1

Basement

Rahmani Astuti
Teman-teman, adakah kata Indonesia untuk “basement” selain ruang bawah tanah? Yang hanya satu kata?
February 13 at 11:04pm

Anik Soemarni lantai dasar mbak
February 13 at 11:31pm · Like

Rahmani Astuti Bukannya lantai dasar itu “ground floor”? Sama, ya?
February 14 at 2:53am · Like

Muhammad Imansyah kolong
February 14 at 4:02am · Like · 2

Nin Bakdisoemanto Bu Rahmani nyontek saja di Mall atau hotel, itu lebih afdol dan dipahami.
Ruang bawah tanah kesannya gudang, tempat kotoran, tempat ‘perlindungan’
zaman Jepang dulu.
February 14 at 7:57am via · Like · 1

Rahmani Astuti Betul, Mbak. Ternyata “basemen” (tanpa t) sudah berterima. Itu rasanya lebih pas.
February 14 at 8:01am · Like · 3

Catur Rus “basemen” sudah berterima, dan sudah ada di KBBI apa belum bu? Maaf modem lagi ngadat, gak bisa ngecek kamus daringnya.
February 14 at 9:58am · Like · 1

Rahmani Astuti ada di kateglo
February 14 at 12:06pm · Like · 1

Reita Ariyanti “basemen” sudah ada di kbbi. Dan ada satu lagi, akronimnya, “rubanah”
February 15 at 9:21am · Like · 3

Memilih Istilah Bahasa Indonesia

Barokah Ruziati
Bagaimana ya menentukan kata-kata yang perlu diindonesiakan dan yang tidak. Kata yang saya anggap sudah lazim seperti surel atau sif, oleh orang lain dianggap tidak lazim dan diganti menjadi e-mail atau shift. Kadang bertanya-tanya, tapi saya percaya editor lebih awas dan jeli. Memang sebaiknya kembali ke selingkung penerbit ya. Tidak bisa memuaskan semua orang. (edisi TSJS alias tanya sendiri jawab sendiri :P)
January 1, 2013 at 7:56am

Dina Begum Iya, bener. Kalau aku sih ‘nyontek’ dari buku terjemahan lain keluaran penerbit yang sama biar tahu kira-kira gayanya kayak apa. Enggak jaminan terjemahanku bener juga sih tapi daripada ngerepotin editor dengan dikit-dikit nanya rasanya cara ini cukup membantu.
January 1 at 9:16am · Like · 6

B Sendra Tanuwidjaja Kalau mau cara yang mudah terjemahkan saja dulu sesuai kemauan anda. Kalau salah nanti kan diperbaiki redakturnya. Sukur-sukur anda dikabari mengenai kesalahan itu jadi selanjutnya anda tahu harus menerjemahkan bagaimana.
January 1 at 2:29pm · Like

Barokah Ruziati Iya, untunglah ada editor yang berbaik hati menyampaikan koreksinya. Dari situ saya tahu bahwa kata yang saya pilih dianggap tidak lazim (bukan salah).
January 1 at 3:59pm via mobile · Like

Melody Violine surel atau posel yang lebih lazim ya 😕
akhir2 ini aku sering liat posel
January 4 at 4:13pm · Like

Barokah Ruziati posel?
January 4 at 6:18pm via mobile · Like

Melody Violine surat elektronik versus pos elektronik sebagai padanan email
… maaf jadi OOT
January 4 at 6:48pm · Like

Barokah Ruziati Ooh gak OOT kok. Aku malah baru denger posel. Udah banyak yang pakai toh?
January 4 at 7:31pm via mobile · Like

Melody Violine aku nemunya di dokumen/surat gitu mba, jarang di fiksi
January 4 at 7:36pm · Like

Ikram Mahyuddin id.wikipedia.org/wiki/Surat_elektronik
January 4 at 7:50pm · Like · 2

Femmy Syahrani Saya lebih sering lihat surel daripada posel. Kayaknya tergantng pengalaman masing-masing ya.
January 5 at 7:35am · Like

Melody Violine brarti masih lebih umum surel, untung blum pernah make posel
January 5 at 7:41am · Like

[Tautan] Padanan Kata

Melody Violine
artikel baru tentang padanan kata 😀

http://terjemahanmelody.wordpress.com/2012/12/23/berkreasi-dengan-to-say/

December 23, 2012 at 10:46am

Isma Soekoto terima kasih yah jeng Melody Violine …
December 23, 2012 at 11:39am · Like

Melody Violine kembali kasih, bu isma
December 23, 2012 at 11:53am · Like

Barokah Ruziati Mel, ada penjelasan nggak kenapa kita merasa perlu memadankan to say dengan banyak kata sementara penulisnya sendiri hanya menggunakan ‘say’ sepanjang buku?
December 23, 2012 at 12:10pm via mobile · Like

Melody Violine di naskah asli kadang walaupun cuma “to say” tapi ada lanjutannya, misalkan “he said harshly”, itu bisa diterjemahkan menjadi “tandasnya” atau “she said under her breath” menjadi “bisiknya”

thank you mba uci ingetin, jadi udah kumasukin di artikel itu
December 23, 2012 at 12:12pm · Like · 2

Fairlita Pangalila-Soldani Makasih utk artikelnya, jeung Melody Violine. Pas banget dgn yang aku butuhkan sekarang ini, nih. Yang sedang aku terjemahkan sekarang percakapan benar-benar mendominasi buku, dan hanya memakai kata ‘say’ tanpa variasi.
December 24, 2012 at 11:40am · Like

Melody Violine kembali kasih ^^
December 24, 2012 at 12:06pm · Like

Sinonim “kata”

Nung Nurchasanah
Sinonim dari kata, bergantung dialognya juga sebenernya. kalau ada yang punya tambahan boleh dibantu tambahkan, yaa.
kata; ungkap; urai; dengus; celetuk; celoteh; cetus; cerita; kisah; tanya; jawab; gumam; batin; jelas; ucap; panggil; seru; sapa; timpal; nimbrung; serobot; cerocos; oceh; sahut; ujar; teriak; pekik; keluh; lanjut; desah; tukas; rajuk; sembur
kira-kira apa lagi ya …
December 21, 2012 at 4:32am

Rini Nurul Badariah Tandas, tegas, imbuh, terang, tanggap, sergah, kilah, erang.
December 21, 2012 at 4:33am · Like · 2

Rini Nurul Badariah Hardik, bentak, ringkas, simpul, potong, sela, tutur, papar.
December 21, 2012 at 4:39am · Like · 1

Nung Nurchasanah pungkas
December 21, 2012 at 4:40am · Like

Rini Nurul Badariah Tambah, gerutu, omel, rutuk, canda, gurau, ulang.
December 21, 2012 at 4:46am · Like · 2

Barokah Ruziati Maaf OOT dikit. Walaupun senang juga mencari padanan ‘kata’ saat menerjemahkan, saya suka mikir gini: padahal dalam naskah asli si penulis hanya menggunakan ‘say’ hampir sepanjang buku tapi kalau kita terjemahkan ‘kata’ terus dianggap monoton, makanya kita rajin mencari padanan yang pas. Berarti kita lebih kreatif dibanding penulisnya hehehe
December 21, 2012 at 5:05am via mobile · Like · 4

Rini Nurul Badariah Sanggah, sangkal, bantah, tolak, tampik, seloroh, sambar.
December 21, 2012 at 5:21am · Like · 1

Muhammad Husnil Bila menyunting naskah terjemahan, saya memilih melihat bahasa sumber. Misalnya, dalam bahasa Inggris hanya tertulis says atau said, saya tak akan mengubahnya. Tetap saja dengan, “kata”. Bila dalam satu halaman dipenuhi percakapan, dalam naskah bahasa Inggris biasanya tak ada “says” atau “said”. Jadi, tak akan saya tambahi dengan sinonim “kata”, seperti “jelas”, “bantah”, atau lainnya.
December 22, 2012 at 7:21pm · Like

Muhammad Husnil Kalau dalam naskah lokal dan menemukan banyak percakapan, misalnya, satu halaman dipenuhi percakapan, saya akan membuatnya dalam bentuk dialog tanya-jawab tanpa menyertakan “katanya”. Lebih efektif. Kecuali yang terlibat dalam percakapan itu 3 atau 4 orang atau lebih, maka menuliskan “kata” yang disertai siapa yang mengatakannya menjadi penting. Btw, ini OOT sih sebenarnya. Hihihi.. Makasih.
December 22, 2012 at 7:54pm · Like

Melody Violine udah ada yg membuat artikel tentang inikah di blog 😕
December 23, 2012 at 8:59am · Like

Rini Nurul Badariah Belum. Silakan kalo Melody Violine mau nulis:)
December 23, 2012 at 9:05am · Like · 1

Nung Nurchasanah setuju setuju, ayo Mel, ditulis
December 23, 2012 at 9:35am · Like · 1

Melody Violine dulu pernah bikin tapi buat yg teriak2 aja, lengkapin ah

http://terjemahanmelody.wordpress.com/2011/03/23/jangan-teriak-teriak-melulu-sakit-kupingku-t-t/
December 23, 2012 at 10:05am · Like · 2

Isma Soekoto ejek, omel, rajuk, bujuk, sembur, semprot … lihat aja kalimatnya moga2 tahu deh
December 23, 2012 at 11:43am · Like