Terjemahan yang Terlanjur Salah Kaprah

Pasar Kriyek

Ada sebuah hadis yang sangat populer—saya kira—yang berbunyi:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Hadis ini diriwayatkan Imam Bukhari. Dalam beberapa buku yang pernah saya baca sejak zaman masih duduk di madrasah ibtidaiyah (setingkat SD) dulu, hadis ini biasanya diterjemahkan begini: Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. Memang tidak semuanya persis menerjemahkannya seperti itu, tetapi kurang lebih seperti itulah terjemahan yang banyak beredar dan pernah saya baca.

Saya melihat ada dua perbaikan yang bisa dilakukan agar terjemahan tersebut lebih mengena dan lebih enak dibaca. Sebagaimana tulisan saya sebelumnya, pertama, subjek kalimat perlu didahulukan dan kata hattâ diartikan menjadi sebelum. Terjemahan itu pun menjadi: Seseorang di antara kalian belum dikatakan sempurna imannyasebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Perbaikan kedua, terjemahan ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri menurut ssaya kurang sesuai dengan maksud…

View original post 216 more words

Advertisements