Say Goodbye to “Very”

Arif Subiyanto
Mbak Rini, permisi mohon ijin repost status FB saya tgl 21 Des 2011 jam 19.21. Mungkin berguna untuk mbak Lina Buntaram dan rekan2 terhormat, terimakasih.

SAY GOODBYE TO ‘VERY.’ Para pengguna bhs Inggris, bahkan yg bergelar Master sekalipun, biasanya cuma memakai adverb ‘very’ (sangat) untuk memberi penekanan pada adjective dlm kalimat mrk, misalnya: “The night is very cold” atau “The girl is very smart.” Padahal bhs Inggris punya ratusan ribu adverb yg maknanya powerful dan efektif, yg membuat kalimat mrk terasa ‘hidup.’ Lihat contoh2 ini:

— The road was seriously bumpy and our horses were desperately thirsty.
— The room was exquisitely beautiful.
— His landlord’s son was exceedingly stupid but incredibly overconfident.
— I think I miss that woman. Her lips are decadently sweet and her body warm.
— My director’s decision to sack the workers was lamentably wrong.
— For a child of his age, his conduct is inexorably immoral.

Semua adverb pada kalimat2 itu dgn mudah bisa diubah menjadi “very,” tapi kurang ‘citarasa’ dan roh kalimatnya, dibandingkan kalau kita memakai alternatif2 di atas. From this moment on, try to spice up your English and say goodbye to the stupid VERY.
March 18, 2012 at 2:54am

Arif Subiyanto Adverb adalah kata yang menjelaskan kata kerja atau kata sifat. Adverb ada yang berupa kata tunggal, atau berupa adjective yang diberi suffix -ly, misalnya ‘quick’ (adjective) berubah menjadi ‘quickly’ (adverb). Bisa juga adjective ‘infuriating’ –> ‘infuriatingly’, misalnya pada kalimat “This computer is infuriatingly sluggish!” yang emosinya lebih terasa ketimbang kita katakan “This computer is very sluggih!” Silakan tengok di kamus, di sana ada gudang harta karun yang tak terbatas untuk menggali adverb yang bisa digunakan untuk mengganti kata VERY yang membosankan itu. Efeknya akan langsung terasa, bahasa Inggris anda, baik bahasa lisan maupun tulis, akan terasa lebih natural dan native-like.
Ketimbang mengatakan “You adore thaT man very much” kenapa tidak kita ubah mejadi “You insanely adore that man”? Ketimbang mengatakan “My father was very ill,” bukankah kita bisa bilang “My father was gravely ill,” dan sebagainya. Saya mengajar bahasa Inggris hampir 18 tahun. Selama 6 tahun terakhir saya berjuang memaksa murid-murid saya agar memiliki software kamus untuk menggenjot kosakata mereka. Senjata itu sudah mereka punya, sekarang tinggal satu musuh yang menghantui kehidupan akademik anak-anak itu: KEMALASAN.
March 18, 2012 at 2:59am · Like · 1

Arif Subiyanto Erratum: Maksud saya mbak Linda Boentaram sorry.
March 18, 2012 at 3:21am · Like · 1

Deesis Edith Mesiani Terima kasih buat transfer ilmunya pak…exceedingly useful (bener nggak? hehee)cari pasangannya masih susah ya..hrs memperkaya kosakata nih…
March 18, 2012 at 9:04am via mobile · Like · 1

Arif Subiyanto Deesis Edith Mesiani–my pleasure, mbak Deesis… and I found your comment incredibly energizing Mari kita meriahkah forum ini dengan saling berbagi pertanyaan dan info yang berfaedah. Rasanya jadi semangat gitu… lihat rekan2 penerjemah muda yang giat berkarya.
March 18, 2012 at 9:16am · Like · 1

Maria Antonia Rahartati Bambang Saya sungguh dapat pelajaran bermanfaat dari forum ini. Penjelasan mas Arif Subiyanto membuktikan, saya yang oleh banyak teman disebut penerjemah bukan pemula, bisa dan harus mau belajar dari penerjemah yang lebih muda. Senioritas seringkali lebih berkaitan dengan umur, bukan dengan profesionalitas. Sekali lagi terimakasih.
March 18, 2012 at 9:58am · Like · 2

Deesis Edith Mesiani Iya Pak Arif. Sama2, jd semangat nerjemahin lg krn ada forum ini. Bisa berguru dr para senior sungguh brilliantly enlightening! (masih belum pede pakenya, takut jd aneh xixi.)
March 18, 2012 at 10:05am via mobile · Like · 1

Arif Subiyanto Maria Antonia Rahartati Bambang–kita ini sama-sama manusia kalong, bu… saat orang lain tidur nyenyak, kita menganyam kata demi kata… lewat forum ini kita saling meringankan penderitaan yang kita cintai itu, saling menguatkan, saling berbagi. Tak peduli senior atau junior, kita punya beribu alasan untuk saling mengagumi dan mensyukuri profesi yang memberi kepuasan jiwa (plus materi) ini.
March 18, 2012 at 10:08am · Like · 6

Arif Subiyanto Deesis Edith Mesiani–terus semangatttt!
March 18, 2012 at 10:09am · Like

Suhindrati Shinta thanks so much for sharing (tetep ga pake very lho pak)
March 20, 2012 at 2:12pm · Like · 2

Linda Boentaram masih dalam topik “very” ini, saya nemu kalimat “something irrevocably and horribly final” (konteks: membicarakan pemakaman). Gimana terjemahannya yg enak ya Pak Arif Subiyanto dan teman2 yg lain? Sementara saya pakai “sesuatu yang tuntas tanpa dapat ditarik kembali dan sangat kejam” (‘sangat’ lagi!). HELP!
March 21, 2012 at 7:27pm · Like

Arif Subiyanto Sesuatu yang sudah pasti dan mustahil diubah-ubah lagi.
March 21, 2012 at 7:50pm · Like · 2

Linda Boentaram ^ sesuatu yg ga mungkin kepikir oleh saya sampai beribu2 tahun pun makasih buanyak pak *menjura*
March 21, 2012 at 7:53pm · Like · 1

Arif Subiyanto Bisa juga: suatu keniscayaan yang tak mungkin diubah-ubah lagi. Ayolah mbaaaak, jangan takut berkreasi. Kita sebagai penerjemah juga WAJIB MENCERAHKAN EDITOR-EDITOR ITU. Buatlah mereka terbiasa dengan gaya bahasa yang cerdas, terlebih kalau terjemahan anda itu adalah novel. Saya dulu pernah begitu marah pada seorang editor yang saya anggap merusak kualitas terjemahan karya sastra karena kepicikan pikirannya (sebab dia hanya mengacu pada kaidah grammar, dan terjemahan versi dia sungguh ‘crude’ alias mentah dan mengerikan)… hampir saja saya angkat kasus ini di Bahtera, tapi karena alasan kemanusiaan saya urungkan niat saya. Mbak Rini, jangan disempirit komentar ini. Kita harus berani belajar dan saling mengingatkan demi kemajuan dunia terjemahan di Indonesia. Yang penting saya tidak mengada-ada dan menyebut identitas seseorang.
March 21, 2012 at 7:54pm · Like

Arif Subiyanto All–Dunia sastra itu indah, mengasah akal budi, menjadikan manusia dewasa dan bisa melihat dunia dari kacamata yang lain…. Kalau karya sastra kelas dunia diterjemahkan hanya dengan mengacu pada konvensi bahasa yang baik dan benar, tanpa dilandasi kesadaran bahwa karya sastra adalah hasil IMAJINASI dan KREATIFITAS TINGKAT TINGGI, maka hasilnya adalah ANTIKLIMAKS. Pernah anda mendengar tentang seorang novelis dunia dan penerbit pemilik judul yang melayangkan nota protes karena karyanya diterjemahkan dengan buruk? Jangan sampai itu terjadi pada kita. Di sinilah forum kita untuk saling mengisi, melengkapi, saling mengagumi tapi juga saling mendidik, demi kemajuan bangsa.
March 21, 2012 at 7:59pm · Like

Linda Boentaram nah di situlah problemnya Pak…aku belum mempunyai kreativitas tingkat tinggi itu, entah krn kurang kosa kata atau blm berani menerjemahkan agak bebas. Mudah2an dng byk belajar di forum ini diksi dan kemampuan mengutak-atik kalimatku lebih berkembang :))
March 21, 2012 at 8:06pm · Like · 2

Rini Nurul Badariah Saya nggak akan semprit, Pak Arif, walaupun mungkin editor itu atau koleganya ada di grup ini.
March 21, 2012 at 9:02pm · Like · 1

Arif Subiyanto Rini Nurul Badariah–dia ada di sini. Saya tidak bermaksud jahat, hanya saja, kalau cara bekerja beliau seperti itu, banyak sekali pelamar / calon penerjemah yang dirugikan, dan lebih jauh lagi, ini akan jadi kiamat buat jagad penerjemahan karya sastra. Bayangkan, menerjemahkan “prostitute” menjadi “perempuan sundal” saja disalahkan… Terus, istilah ‘the Duke’ diterjemahkan menjadi ‘sang Duke’ dan ‘sang bangsawan’ malah disalahkan… *tapi ada beberapa koreksi dari beliau yang bisa saya terima. Saya fair saja. Tapi mayoritas koreksi yang dia buat malah MENGHANCURKAN keindahan teks yang diterjemahkan. Kapan-kapan naskah yang kami perdebatkan itu akan saya tampilkan di sini untuk bahan pembelajaran semua penerjemah muda dan para editor yang mau bersikap obyektif dan bersedia belajar dan menghargai profesinya. Saya akan serapat mungkin menyimpan identitas sahabat kita itu.
March 21, 2012 at 11:25pm · Like · 2

Arif Subiyanto Saya masih simpan email dari beliau. Bahan introspeksi buat saya, sebab isi email itu membuat saya terpuruk ke jurang yang paling nista: “Pak Arif, anda dinyatakan tidak lolos test karena terjemahan anda di bawah standard kami.” Kalau saya bawa ke forum Bahtera, hasil editing itu akan jadi bahan tertawaan berhari-hari. Maafkan gaya bicara saya, tapi saya sungguh cinta pekerjaan ini. Dan saya menghargai editor lebih dari apapun, tapi kalau editornya mempersempit wawasannya sendiri, lebih baik cari pekerjaan lain, sebab pekerjaan menyunting naskah memang butuh kemampuan ekstra. Editor harus lebih piawai dari penerjemah dalam mengurai makna dan merangkai kata, membuai atau meneror imajinasi pembaca dengan terjemahan yang “terkesan bukan terjemahan.” Maksudnya, terjemahan itu lancar mengalir, luwes, sehingga si pembaca tidak merasa membaca buku trjemahan. Dan saya dedikasikan sisa umur saya untuk itu. Jadi kalau ada editor yang menyepelekan penerjemah (plus menyepelekan profesinya sendiri), saya atas nama ratusan penerjemah yang ditolak penerbit karena editor yang tumpul radar bahasanya, pasti protes.
March 21, 2012 at 11:31pm · Like · 2

Anik Soemarni Baca kalimat temuan mbak Linda Boentaram: “something irrevocably and horribly final” (konteks: membicarakan pemakaman), dan membaca terjemahan dari Pak Arif Subiyanto menjadi: Sesuatu yang sudah pasti dan mustahil diubah-ubah lagi. *geleng-geleng kepala…+ tepuk jidat…sama sekali nggak kepikiran terjemahannya itu.* Terima kasih Pak Arif…*menjura*
March 22, 2012 at 12:45am · Like · 1

Arif Subiyanto Anik Soemarni–jangan keseringan tepuk jidat, nanti malah vocab yang bagus2 itu bisang lenyap, hahaha…
March 22, 2012 at 1:16am · Like · 1

Anik Soemarni diusap-usap aja jidatnya kalo gitu ya pak
March 22, 2012 at 1:17am · Like

Arif Subiyanto Anik Somearni–jangaaan… sering2 saja jidat itu dikasih masker bengkoang, masker alpukat, atau setidaknya bedak dingin, supaya cool dan tidak cepat keriput karena mikirin vocab, hahahahaha
March 22, 2012 at 1:19am · Like

Anik Soemarni wkwkwkwkwk…aya-aya wae…wah jadi inget maskeran….thank you for reminding me pak wkwkwkwk
March 22, 2012 at 1:20am · Like

Arif Subiyanto Anik Soemarni–the pleasure is absolutely mine. Good luck with your frutty mask d(+)o(+)b
March 22, 2012 at 1:22am · Like

Advertisements